Sabtu, 30 Januari 2010

Habibie: Di Balik Tokoh, Selalu Tersembunyi Peran 2 Perempuan

This interesting article addresses some of the key issues regarding news. A careful reading of this material could make a big difference in how you think about news.
Prof Dr Ing BJ Habibie sangat menghormati dan mengagumi dua perempuan. Penganugerahan gelar doktor honoris causa (Dr HC) dari UI untuk Habibie juga tak terlepas dari peran dua perempuan itu, yaitu ibunda dan istri tercinta.

"Di balik seorang tokoh, selalu tersembunyi peran dua perempuan, yaitu ibu dan istri," kata Habibie saat mengakhiri sambutan atas penganugerahan gelar Dr HC itu di Balairung, Kampus UI, Depok, Sabtu (30/1/2010). Tepuk tangan membahana saat Habibie menyatakan kalimat yang bermakna sangat dalam itu.

See how much you can learn about news when you take a little time to read a well-researched article? Don't miss out on the rest of this great information.

Habibie menerima Dr HC ini ayahanda dan ibudanya. "Secara pribadi, saya menerima pengharaan ini atas nama ayah saya almarhum Alwi Abdul Djalil Habibie dan almarhumah ibu saya RA. Tuti Marini Puspowardojo yang telah membekali proses pembudayaan sejak kecil dan menanamkan nilai-nilai kejuangan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi," kata Habibie.

Habibie juga memperuntukkan gelar ini kepada keluarga dan istrinya, Ny Hasri Ainun Habiboe. "Saya juga menerima penghargaan ini atas nama keluarga, anak-anak dan cucu-cucu saya, khususnya istri saya yang terus mendampingi saya dengan tulus dan ikhlas, sehingga saya menjadi hamba Allah seperti sekarang ini," ucap Habibie.

Presiden ketiga RI ini juga menyadari penghormatan atas gelar Dr HC ini juga bukan hanya untuk dirinya pribadi. "Saya menyadari penghormatan ini bukan hanya untuk saya pribadi, tapi untuk anak-anak intelektual saya dan para cendekiawan yang berkhidmat dalam riset, ilmu pengetahuan dan teknologi atas kesungguhan dan dedikasinya," tegas dia.

Habibie mendapat gelar Dr HC dalam bidang filsafat teknologi. Penganugerahan ini dilakukan bersamaan dengan upacara wisuda UI 2010. Hadir dalam penganugerahan ini, para guru besar UI dan civitas akademika UI, mantan Menneg BUMN Sofyan Djalil, Prof Dr Emil Salim, dan juga Ny Hasri Ainun Habibie.

Is there really any information about news that is nonessential? We all see things from different angles, so something relatively insignificant to one may be crucial to another.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar